6 Fakta Menarik Subang

IstanaGoalLounge 6 Fakta Menarik Subang, dan subang juga Punya Desa Siluman hingga Negeri di Atas Awan merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah kabupaten ini 1.893,95 km persegi. Jumlah penduduknya mencapai 1.552.925 jiwa pada 2017.

Subang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Bandung Barat di selatan, dan Kabupaten Purwakarta serta Kabupaten Karawang di barat. Kabupaten ini juga di lintasi jalur yang paling sibuk di Pulau Jawa terlebih saat Lebaran yakni Jalur Pantura. Kecamatan yang berada di jalur ini yakni Ciasem dan Pamanukan.

Tak sampai di situ, hal-hal menarik seputar Subang masih banyak lagi. Berikut enam fakta menarik tentang Kabupaten Subang yang di rangkum dari berbagai sumber.

1. Nanas Simadu

Nanas merupakan komoditas perkebunan utama di Subang. Kecamatan Cagak menjadi kawasan perkebunan nanas terluas di Subang yang mencapai 3.171 hektare. Jumlah produksi nanas di Subang bahkan mencapai ratusan ribu ton per tahun.

Nanas khas Subang yang bernama Simadu merupakan ikon kabupaten ini. Sesuai namanya rasa nanas ini manis bak madu. Sebenarnya, semua nanas yang di tanam di kabupaten ini berjenis sama yakni varietas Smooth Cayenne. Dari nanas varietas ini yang di tanam biasanya tumbuh nanas dengan kualitas yang lebih menonjol daripada yang lainnya.

Nanas dengan kualitas super itulah yang kemudian di sebut nanas Simadu. Biasanya hanya ada satu atau dua buah nanas simadu yang bisa di temukan dalam satu kuintal hasil panen. Oleh karena itu, nanas Simadu punya harga yang lebih mahal. Untuk memastikan apakah yang anda beli nanas Simadu asli, sentil kulit nanasnya jika nyaring berarti itu nanas Simadu yang asli.2 dari 6 halaman

2. Punya Desa Siluman

Subang mempunyai desa yang namanya tak biasa yakni Desa Siluman. Nama desa ini mulai terkenal sejak isu dana desa siluman yang ramai di perbincangkan. Ternyata asal usul namanya yang terkesan horor itu awalnya di berikan ketika seorang sesepuh bernama Bah Tinggi menjadi kepala desa pertama di sana. Kebetulah Bah Tinggi tinggal di sekitar aliran Sungai Cisiluman di wilayah itu, akhirnya di jadikanlah nama desa.

Berdasarkan cerita turun-temurun yang beredar, wilayah Siluman ini di jadikan tempat persembunyian para pejuang saat di kejar penjajah. Para pejuang yang bersembunyi ke wilayah tersebut kemudian tidak bisa di temukan lagi oleh musuh. Ada pula cerita bahwa banyak orang dari luar desa yang tersesat saat memasuki Desa Siluman. Mereka yang datang di buat bingung dan hanya berputar-putar tak bisa keluar.

3. Tradisi Gantangan

Di Subang ada tradisi unik bernama Gantangan. Keunikannya yakni bila ada warga yang punya hajat, bisa “berutang” pada masyarakat setempat, baik uang atau bahan pokok. Biasanya tradisi ini di lakukan secara kolektif oleh masyarakat di kawasan Pantura, sebagai modal bagi si pemilik hajat.

Tokoh masyarakat akan membentuk panitia untuk mencari anggaran dengan berkeliling ke rumah-rumah masyarakat setempat sambil membawa wadah khusus bernama ‘Gantang’. Barang yang di sumbangkan bisa berupa beras, bahan pokok, uang, dan lainnya.

Nantinya pemilik hajat wajib mengganti sumbangan tersebut sesuai dengan angka, maupun bentuk sumbangannya jika masyarakat lainnya memiliki hajat. Masyarakat setempat lebih suka menganggap tradisi itu sebagai arisan karena akan menerima dan mengembalikan barang ke masyarakat lainnya di waktu mendatang.

4. Kuliner Serba Nanas

Mengingat produksi nanas yang melimpah di Subang, kuliner di kabupaten ini jadi berbahan dasar serba nanas. Ada dodol nanas yang rasanya manis nan legit, keripik nanas yang gurih, dan yang paling unik ada nasi goreng nanas.

Menu ini menyajikan nasi goreng dengan potongan nanas utuh di dalamnya. Rasa gurih dari nasi goreng dan potongan nanas yang segar nan manis berpadu dengan lezat. Sajian ini bisa di jumpai di restoran atau hotel di Subang.

5. Negeri di Atas Awan

Subang memiliki banyak wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Bukit Pamoyanan. Bukit ini bahkan di sebut sebut sebagai ‘negeri di atas awan tanah Pasundan’. Berlokasi di Desa Kawungluwuk, Tanjungsiang, bukit ini menawarkan pengalaman menyaksikan sunrise yang indah.

Bukit ini juga memiliki area berkemah untuk wisatawan bermalam menunggu matahari terbit. Saat bangun di pagi hari para pelancong akan di sambut dengan hamparan lautan awan yang memukau.

6. Pertunjukan Sisingaan

Subang mempunyai pertunjukan rakyat bernama Sisingaan. Sesuai namanya, pertunjukan ini menggunakan boneka berwujud singa yang di tandu oleh empat orang. Singa tiruan ini biasanya di naiki dua orang anak.

Wujud singa di pilih oleh masyarakat sebagai upaya menyindir bangsa Eropa ketika wilayah perkebunan Subang di kuasai secara bergantian oleh Inggris dan Belanda pada 1812. Masyarakat subang menjadikan lambang kebesaran negara tersebut sebagai sebuah permainan rakyat.

Pertunjukan ini biasanya untuk menghibur anak-anak yang akan di khitan. Anak-anak itu akan di arak keliling kampung dengan meriah sebelum mereka di sunat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *